BerandaNewsReview Beast of Reincarnation — Action RPG Hibrida Game Freak yang Hangat, Meski Belum Rapi
News
auto
review
action-rpg
katalog

Review Beast of Reincarnation — Action RPG Hibrida Game Freak yang Hangat, Meski Belum Rapi

Tim Playfast·12/08/2026·3

Review Beast of Reincarnation — Action RPG Hibrida Game Freak yang Hangat, Meski Belum Rapi

Beast of Reincarnation itu action RPG pertama Game Freak yang serius lepas dari bayang-bayang Pokémon — dan hasilnya menarik banget buat diperhatiin. Game-nya memadukan combat real-time ala Sekiro sama sistem turn-based, dibungkus cerita Emma dan anjingnya, Koo. Layak nggak? Buat yang doyan action RPG yang beda dari mainstream, iya. Tapi siap-siap aja sama bagian tengah yang agak ngaret.

Sekilas

Beast of Reincarnation adalah action RPG garapan Game Freak — studio yang selama ini identik sama Pokémon — dan diterbitkan Fictions, label yang sebelumnya dikenal sebagai Private Division. Buat yang belum tahu asal-usulnya: game ini pertama diumumkan tahun 2023 dengan nama Project Bloom, baru dikasih judul aslinya pas Xbox Games Showcase 2025, dan langsung masuk Xbox Game Pass di hari pertama rilis. Di katalog Playfast, game dengan genre Action, Adventure, RPG ini tercatat rilis 3 Agustus 2026. Harganya Rp75.000 per 11 Agustus 2026, sementara harga normalnya di Steam tercatat Rp1.019.830. Bisa langsung dicek lewat link produknya di atas.

Gameplay-nya gimana

Setting-nya unik: Jepang tahun 4026 yang hancur setelah bencana korupsi. Kita main sebagai Emma, gadis 18 tahun dengan kekuatan blight yang bisa memanipulasi tanaman buat bertarung dan menjelajah, ditemani Koo, anjing liar yang jadi partner setia. Game Freak menyebutnya "one-person, one-dog action RPG", dan jujur, formula sesederhana itu yang bikin game ini punya identitas sendiri.

Inti gameplay-nya ada di combat hybrid. Aksi real-time-nya kental nuansa Sekiro — parry dengan timing yang ketat, musuh raksasa yang ngancem dari segala arah — tapi tiba-tiba sistemnya bisa pindah ke mode turn-based ala Final Fantasy VII Remake. Banyak kritikus yang membandingkannya dengan game-game itu: Wccftech bilang combonya meminjam DNA Sekiro, skill system-nya mirip Stellar Blade, dan perpaduan action-turn-based-nya terasa seperti FF7 Remake. Ada juga yang menyebut atmosfernya kayak NieR ketemu Princess Mononoke. Tapi nggak semua sepakat: IGN justru ngerasa ide-idenya bagus tapi tenggelam — combat yang monoton, cerita yang terlalu banyak mengumpulkan tropes, dan area yang susah dibedain satu sama lain. Game Informer merangkumnya dengan pas: dunia yang membosankan, combat yang memikat.

Menurut gue pribadi, yang bikin Beast of Reincarnation menarik justru di keberaniannya nyampurin dua gaya main yang biasanya dipisah tegas. Pas lagi enak, perpindahan dari real-time ke turn-based itu terasa mulus dan bikin tiap duel punya ritme sendiri. Tapi pas lagi nggak enak — dan ini lumayan sering di pertengahan game — kamu bakal ngerasa lagi ngelewatin area yang itu-itu aja. Game-nya jelas nggak sehalus ekspektasi "masterpiece", tapi juga nggak separah yang digambarkan kritikus paling pedas.

Yang bikin seru

Pertama, combat hybrid-nya. Parry yang memuaskan plus keputusan kapan pindah ke mode turn-based bikin tiap pertarungan terasa kayak teka-teki, bukan cuma spam tombol. Kedua, Koo. Anjing ini bukan sekadar hiasan — dia bagian dari gameplay dan emosi cerita. Banyak reviewer sepakat di satu hal: hubungan Emma dan Koo itu jantungnya game ini. Ketiga, identitas visualnya. Gaya seni yang diilhami Studio Ghibli, lengkap dengan hutan-hutan yang hidup dan makhluk raksasa, bikin game ini gampang dikenali dari jauh — beda banget sama action RPG kebanyakan yang serba kelam.

Yang kurang

Catatan jujur: dunia dan pacing-nya. Beberapa reviewer menyebut eksplorasi di sini cenderung datar, area-nya mirip-mirip, dan bagian tengah game ini ngerasa molor. Ada juga kritik soal kedalaman — sistemnya menarik di permukaan, tapi potensinya terasa lebih besar dari eksekusinya. Resepsi publik juga lebih mixed daripada kritikus, jadi kalau kamu tipe yang butuh open-world rapi dan penuh aktivitas sampingan, ekspektasimu perlu diturunin dulu.

Grafis & audio

Secara visual, ini game yang gampang bikin berhenti sebentar buat ngelihat pemandangan. Palet warna hutan yang hangat kontras sama wujud korupsi yang mengerikan, dan nuansa Princess Mononoke-nya kerasa banget dari desain makhluk sampai framing adegannya. Musiknya juga kerja keras nemenin momen-momen emosional Emma dan Koo — walaupun di area eksplorasi biasa, soundtrack-nya agak kurang nempel di ingatan.

Galeri screenshot

Emma dan Koo menjelajah reruntuhan Jepang 4026

Pertarungan melawan makhluk raksasa

Nuansa visual ala Princess Mononoke yang khas

Nonton gameplay-nya

Buat yang mau lihat dulu gimana rasanya main sebelum mutusin beli, tonton gameplay-nya di sini: video walkthrough full game 4K 60FPS tanpa komentar dari MKIceAndFire — BEAST OF REINCARNATION Gameplay Walkthrough FULL GAME. Lumayan buat ngerasain ritme combat hybrid-nya dari jam pertama sampai akhir.

Verdict

Beast of Reincarnation layak dicoba di Playfast kalau kamu penggemar action RPG yang lagi capek sama formula yang itu-itu aja, atau fans Game Freak yang penasaran studio ini bisa bikin apa di luar Pokémon. Buat yang cari eksplorasi dunia yang rapi dan dalam, game ini bukan jawabannya — tapi combat-nya yang khas plus chemistry Emma dan Koo bikin gue tetep betah nyelesaiin sampai akhir. Dengan harga Rp75.000 per 11 Agustus 2026, ini salah satu action RPG hibrida paling menarik di katalog.

Hitung-hitungannya: harga normal Rp1.019.830 dikurangi harga Playfast Rp75.000, berarti kamu hemat Rp944.830. Lumayan buat modal beli game lain, kan? Cek langsung di halaman produk Beast of Reincarnation dan buktikan sendiri.

Beast of Reincarnation
GAME TERKAIT
Beast of Reincarnation

Rp 75.000

Main 700+ game Steam tanpa beli satu-satu

Kode Steam Guard otomatis 24/7 — bayar, login, langsung main.

© 2026 Playfast — Akses Game Steam Indonesia